Flora dan Fauna

Kumpulan artikel menarik tentang Flora dan Fauna dari berbagai sumber yang bermanfaat.

Minggu, 11 Juli 2010

Khasiat Aroma Bunga Melati Setara dengan Obat Penenang

img
Melati (foto: gettyimage)

Apabila sedang merasa gelisah, cobalah untuk beranjak pergi ke taman. Semerbak wangi bunga melati punya meredakan ketegangan, sama ampuhnya dengan obat penenang seperti valium.

Efek ini ditemukan ketika para peneliti menguji sekelompok tikus di dalam kandang. Tak lama setelah kandangnya disemprot wewangian, tikus-tikus itu menghentikan aktivitasnya kemudian berdiam diri di sudut kandang.

Professor Hanns Hatt dari Ruhr University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan, efek tersebut sebenarnya dimunculkan oleh GABA. Senyawa terebut secara alami ada di otak, berfungsi untuk meredakan kegelisakan.

Eksperimen tersebut membuktikan, efek GABA akan meningkat ketika menghirup wewangian. Dari ratusan jenis wewangian yang dicoba, wangi melati paling efektif karena mampu meningkatkannya hingga 5 kali lipat atau setara dengan obat penenang.

"Kami telah menemukan kelas baru modulator reseptor-GABA yang bisa diberiksa secara parenteral (suntik) dan pernapasan. Penggunaannya untuk sedasi, mengatasi kegelisahan, dan meredakan kemarahan sudah bisa kami bayangkan," ungkap Prof Hatt, dikutip dari Dailymail, Minggu (11/7/2010).

Penelitian ini juga sekaligus memberikan dasar ilmiah bagi terapi aroma. Ketika dihirup, molekul-molekul wewangian membawa sinyal-sinyal tertentu ke bagian otak yang mengatur syaraf dan emosi yakni sistem limbik.

Terapi yang menggunakan wewangian untuk berbagai tujuan kesehatan ini cukup populer, dan telah digunakan sejak zaman Mesir kuno. Melati putih (Jasminum sambac Air.) atau jasmine adalah salah satu jenis wewangian yang paling digemari.

Jasmine berasal dari Bahasa Persia, Yasmin yang berarti pemberian Tuhan. Sesuai namanya, aroma bunga ini diyakini memberikan banyak manfaat kesehatan mulai dari relaksasi hingga mengatasi berbagai masalah menstruasi dan menopause.

Dibutuhkan sedikitnya 5 juta bunga melati untuk mendapatkan sekitar 1 kg ekstrak murninya. Oleh karena itu, produk-produk parfum umumnya hanya menggunakan senyawa sintetis untuk menghadirkan aroma mirip melati.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , , , ,

Kamis, 01 Juli 2010

Cabai Dapat Melawan Kanker Prostat

http://ilikesunflower.files.wordpress.com/2010/01/1203367_caberawitputihbatara.jpg
Capsaicin, senyawa yang membuat cabai terasa pedas, ternyata bisa memicu sel-sel kanker prostat untuk bunuh diri. Demikian diungkapkan para peneliti Jepang dan AS, Kamis (16/3).

Capsaicin membuat sekitar 80 persen sel-sel kanker prostat manusia yang ditanamkan pada tubuh tikus untuk mematikan dirinya sendiri, dalam suatu proses yang disebut apoptosis.

Tumor-tumor kanker prostat di tubuh tikus yang diberi capsaicin mengecil hingga seperlima ukuran tumor pada tikus yang tidak diberi capsaicin, kata para peneliti yang menuliskan hasilnya di journal Cancer Research.

"Capsaicin memiliki efek anti penumbuhan yang ampuh untuk sel-sel kanker prostat," kata Dr. Soren Lehmann dari Cedars-Sinai Medical Center dan Sekolah Kedokteran Universitas California, Los Angeles.

"Senyawa ini secara dramatis juga memperlambat pertumbuhan kanker prostat dari sel-sel manusia yang ditumbuhkan di tubuh tikus."

Walau memang jauh lebih mudah menyembuhkan kanker pada tikus yang diberi tumor manusia daripada di tubuh manusia itu sendiri, namun penemuan di atas memunculkan harapan akan pengobatan kanker yang efektif di masa mendatang. Ini terutama lebih menyenangkan bagi mereka yang menyukai makanan pedas.

Lehmann memperkirakan tikus-tikus dalam percobaan telah mengkonsumsi capsaicin setara dengan 400 miligram capsaicin untuk manusia, tiga kali seminggu. Jumlah ini bisa didapatkan pada tiga hingga delapan cabai habanero (cabai paling pedas), tergantung seberapa pedas rasanya.

kanker prostat adalah kanker paling umum dijumpai pada lelaki di dunia. Secara global, sekitar 221.000 pria meninggal tiap tahun karena kanker prostat.

indonesiaindonesia.com

Label: , ,

Daun Salam : Obat Asam Urat

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMCFk3kbsU_mCpKVPHpoIp31msroQhKlco7Ue0q978aQz5l7LtByQp_KWsOGqXEp8dQKzCxPucRdNcTH76dv8zvPXEtxSlBbPnIu8mengeX2TRlMtacpjTgBGYWVetxXpvjFcS92ndTkg/s320/bayleaf.gif

Daun ini seringkali kita temukan setiap hari di dapur, di kebun-kebun dan di halaman rumah, serta di tempat lainya.

Tetapi mungkin ada yang belum mengetahui bahwa ternyata daun salam ini banyak sekali manfaatnya. Menurut Profesor Hembing, pohon ini bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk berbagai jenis penyakit. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar dan buah.

Salah satunya yaitu cara yang paling tepat untuk mengobati asam urat. Mudah sekali caranya, yaitu :

10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

indonesiaindonesia.com

Label: , , , , ,

Sekilas Tentang Cabai


(Pepper (Ingg.), Capsicum annuum (Latin)) Famili : Solanaceae

Asal:
*Cabai berasal dari dunia baru (Meksiko, Amerika Tengah dan Pegunungan Andes di Amerika Selatan). Penyebab rasa pedas pada cabai adalah capsaicin yang bervariasi menurut varietas dan dipengaruhi iklim. Cuaca panas merangsang cabai menjadi lebih pedas.

Deskripsi:

*Tanaman semak perennial berumur pendek, warna bunga tergantung spesies. Sistem perakarannya agak menyebar, daun hati berbentuk hati lonjong atau bulat telur dengan letak yang berselang-seling. Batang utamanya tegak dan berkayu pada pangkalnya, dengan tinggi tanaman 30-75 cm.
* Bunga pertama muncul dari puncak sumbu utama dan untuk selanjutnya akan muncul ketiak daun. Warna mahkota bunga putih sampai ungu. Buah dapat berwarna hijau atau ungu (muda) dan merah, jingga atau kuning (tua). Bentuk buah bervariasi mulai dari linier, kerucut, bulat atau gabungan dengan posisi buah tegak, landai atau menggantung, tergantung kultivar.
Jenis Cabai:
*Cabai besar (Capsicum annuum)
o Cabai merah (Chili Peppper (Ingg.), C. annuum var. longum (Latin))
o Paprika (Bell Pepper (Ingg.),C. annuum var grossum)
o Cabai hijau (C. annum var. annuum)
* Cabai kecil/cabai rawit. (Tobasco pepper (Ingg.), C. futescens (Latin))
o Cabai jemprit
o Cabai ceplik
o Cabai putih

Varietas Cabai Merah:
* TM-999. Varietas cabai keriting hibrida ini memiliki pertumbuhan yang sangat kuat dan kokoh. Pembungaannya berlangsung terus-menerus sehingga dapat dipanen dalam jangka waktu yang panjang. Ukuran buahnya 12.5 cm x 0.8 cm dengan berat buah 5-6 g. Rasanya sangat pedas, cocok untuk digiling dan dikeringkan. Hasul per tanaman berkisar 0.8-1.2 kg.

* TM 888. Varietas hibrida ini memiliki sosok tanaman yang besar dan daun lebih lebar dari TM 999. Adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan yang panas, tahan serangan phytaphthora & anttraknosa. Panjang buah 13,5 x 1,4 cm dengan berat buah 7-8 g.

* SALERO. Berpenampilan menarik seperti umumnya cabai keriting lo*kal. Varietas ini memiliki adaptasi penanaman yang cukup luas dengan produktivitas per hektar cukup tinggi.

* TARO. Varietas Taro mempunyai ukuran buah yang sedikit lebih besar dibandingkan caabai keriting TM-999. Sosok tanamannya besar dan kekar dengan ruas percabangan panjang. Tanaman ini mampu ber*produksi baik di dataran rendah sampai menengah ( sampai 1000 m dpl). Hasil per tanaman berkisar 0.75-1.2 kg, tergantung kondisi terakhir tanaman.

* KUNTHI. Mempunyai bentuk buah keriting, kulit kasar, ujung runcing, rasa pedas dan seragam seperti cabai keriting lokal. Tanaman kokoh dan dapat beradaptasi di dataran rendaah, sedang sampai tinggi. Masa panennya panjang sehingga produksi buahnya pun tinggi dengan potensi hasil 20 ton per hektar. Kualitas buah yang ba*gus menyebabkan varietas ini dikonsumsi segar dalam bentuk cabai hijau maupun merah dan dapat dikeringkan.

* CTH-01. Cabai keriting hibrida ini mempunyai bentuk buah yang benar-benar keriting. Cabai ini mulai banyak ditanam petani, meskipun selama ini pengembangannya masih bertumpu pada daerah dataran rendah, namun cabai CTH-01 pun sebenarnya mampu berproduksi dan tumbuh dengan baik di datar*an menengah hingga tinggi. Cabai ini cocok untuk konsumsi segar maupun dikeringkan, dengan produksi per hektanya mampu mencapai lebih dari 20 ton.

* HOT BEAUTY. Varietas cabai besar ini sering disebut dengan cabai TW. Buahnya mempunyai ukuran 13 x 1,4 cm dengan bobot 7,5 gram per buah. Rasa kurang pedasdan warna merah menggiurkan. Bentuk buah besar dan daging buah yang tipis. Tetap segar selama satu minggu sejak petik. Masa panen lebih panjang dan dapat ditanam di dataran rendah atau tinggi.

* LONG CHILI. Ukuran buah lebih besar dari hot beauty dan hero. Buah berukuran 18 x 2 cm dan bobot 18 gram per buah. Warna buah merah menyala saat masak. Bentuk buah ramping, kulit mulus dan berdaging tebal. Mampu berproduksi 2 kg per tanaman. Hanya mampu berproduksi di dataran tinggi 800-1500 m dpl.

* HERO. Varietas ini berukuran 15 x 1,8 cm dan bobot rata-rata 16 gram per buah. Mampu berpraduksi 1,9-2,1 kg pertanaman. Cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 400-800 m dpl, tapi bisa juga beradaptasi di dataran rendah 50-200 m dpl. Peka terhadap antraknosa, sehingga lebih baik ditanam pada musim kemarau.

* RABU. Varietas ini cocok dikembangkan di dataran rendah sampai menengah (0-800 mdpl). Penampakan tanaman kokoh dengan percabangan banyak serta bertajuk lebat dan kompak. Varietas ini mempunyai kemurnian genetis tinggi sehingga dalam satu hamparan pertanaman tampak seragam. Tahan terhadap serangan hama trips dan penyakit patek/antraksnosa. Buahnya silindris lurus, ujung runcing, padat, daging tebal, rasa pedas dan warnanya merah tua mengkilap pada saat masaak. Panen perdana berlangsung sekitar 70-75 HST (hari setelah tanam) dengan hasil 1.0-1,5 Kg/tanaman atau sekitar 18-27 ton/ha. Buahnya tahan terhadap pengangkutan jarak jauh.

* MARATON. Seperti halnya Prabu, varietas Maraton pun cocok di tanam di dataran rendah sampai menengah. Penampakan fisik tegak dan kokoh serta memiliki tajuk yang lebih lebat dan kompak. Varietas ini mempunyai kemurnian genetik tinggi, tahan terhadap seranaan penyakit layu Pseudomonas, patek/antraksnosa, dan bercak daun bak*teri. Sangat cocok ditanam pada akhir musim kemaraau atau musim hujan. Berat rata-rata per buah mencapai 12. 5-14.3 g. Panen per*dana berlangsung sekitar 70-75 HST dengan hasil 1.0-1.5 Kg/tanaman atau sekitar 18-27 ton/ha. Buahnya tahan dalam penyimpanan dan transportasi jarak jauh.

* ARIMBI-513. Memiliki penampilan yang kokoh serta cabang yang kekar dan lebar. Varietas ini relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama layu bakteri. Buahnya besar, halus ujung lan*cip, panjang 13 cm, diameter 2 cm, warna merah, kompak dan sangat berkualitas. Produksi buah berlangsung terus-menerus dan mulai dapat dipanen pada umur 80 HST. Rata-rata produksi 1.25-1.5 Kg/tanaman atau 22.5-27.0 ton dengan populasi 18.000 tanaman per hektar. Buahnya tahan pengangkutan jarak jauh dan dapat dipasarkan lokal maupun ekspor.

* CAKRA PUTIH. Varietas cabai rawit ini berwarna putih kekuningan yang berubah merah cerah saat masak. Pertumbuhan tanman sangat kuat dengan membentuk banyak percabangan. Posisi buah tegak ke atas dengan bentuk agak pipih dan rasa sangat pedas. Mampu menghasilkan buah 12 ton per hektarnya dengan rata-rata 300 buah per tanaman, dipanen pada umur 85-90 HST. Cakra putih ini pun tahan terhadap serangan penyakit antraksnosa.

* CAKRA HIJAU. Varietas cabai rawit ini mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah maupun tinggi. Saat tanaman muda buahnya berwarna hijau dan setelah masak berubah merah. Potensi hasilnya 600 g per tanaman atau 12 ton per hektar. Rasanya pedas, tahan ter*hadap serangan hama dan penyakit yang biasa menyerang cabai. Panen berlangsung pada umur 80 HST.

Suhu:
* 18 – 27 �C
* Suhu yang terlalu tinggi tapi kelembaban rendah meningkatkan laju transpi*rasi yang mengakibatkan bunga dan buah rontok.
Budidaya:
* Tanah subur dan berdrainase baik
* Relatif tahan terhadap kemasaman tanah
* Semai – transplant: 4 – 5 minggu
* Pewiwilan
* Pada curah hujan tinggi bunga akan mudah gugur

Panen:
* 2 – 3 BST, interval panen 2-3 hari.
* Pada cabai merah atau cabai keriting, pemanenan dapat dilakukan hingga 6 bulan. Untuk cabai rawit bisa mencapai 2 tahun. Cara pemetikan buah cabai dari pohonnya perlu diperhatikan agar tidak terjadi kerusakan pada tanaman cabai sehingga bisa berproduksi secara optimal. Suhu optimal untuk penyimpanan cabai 7-10 o C. Jika disimpan di bawah suhu ini dapat menimbulkan chilling injury yang merusak buah rusak.

Hama dan Penyakit:
* Ulat grayak
Gejala serangan tampak berupa lubang-lubang pada daun. Pengendalian secara kimiawi dengan menyemprotkan insektisida, seperti Baythroid 50 EC, Alsystin 25 WP, Curacorn. Volume semprotnya kira-kira 500 l air/ha.

* Penyakit bercak daun cercospora
Penyebabnya Cercospora capsici, dengan gejala serangan bercak coklat pada daun yang terserang yang lama-kelamaan membesar dan menyebabkan gugurnya daun. Selain dengan cara memangkas dan membakar daun yang terserang, cara pengendalian yang lain adalah dengan menyemprotkan fungisida seperti Topsin M 70 WP, Delsen MX-200 sebanyak 1-2 kg/ha.

* Penyakit Antraknosa
Penyebabnya Gleosporium piperatum dan Colletotrichum capsici. Gejala ditandai dengan pembusukan pada bauh cabai yang terserang. Penyakit ini dapat menyerang buah baik di lapang maupun di tempat penyimpanan. Selain dengan cara budidaya yang baik dan sanitasi lahan dapat dilakukan pengendalian secara kimiawi seperti pada penyakit bercak daun.

* Virus yang menyerang cabai antara lain Tobacco mosai virus, cucumber mosaic virus. Pada Cucumber mosaic virus gejala serangannya tulang daun mengering dan daging daun hijau tua. Pengendalain tanaman yang terserang virus agar tidak menyebar dalah dengan cara eradikasi (dimusnahkan).

* Rebah kecambah (Damping-off)
Penyebabnya Phytium, Rhizoctonia solani dan Phytophtora. Penyakit ini ditandai dengan kegagalan benih untuk berkecambah atau kematian bibit segera setelah pemunculan. Pencegahan penyakit ini adalah dengan merendam benih dalam larutan fungisida yang sesuai, mencelupkannya selama 5 menit dalam larutan Natrium hipoklorit 0,5 % atau dengan merendam dalam air panas (50 o C) selama 1 jam. Pencegahan pada persemaian bisa dengan penaburan kapur secukupnya di atas permukaan persemaian.

indonesiaindonesia.com

Label: , ,

Buah yang Boleh dan Tak Boleh untuk Penderita Diabetes

img

Penderita diabetes memang harus sangat menjaga makanannya, termasuk dengan buah-buahan manis. Tapi bukan berarti penderita diabetes tak boleh makan buah. Buah apa saja yang boleh dan tak boleh dikonsumsi penderita diabetes?

Penderita diabetes tidak bisa mengonsumsi sembarangan makanan apalagi yang berhubungan dengan glukosa, karenanya diperlukan kontrol yang ketat untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin timbul.

"Walaupun banyak buah yang manis, tapi tidak semua buah mengandung glukosa. Jadi penderita diabetes tetap bisa mengonsumsi beberapa buah," ujar Dr Samuel Oetoro, SpG.K., ahli gizi klinik FKUI-RSCM, dalam acara konferensi pers Hari Buah Sedunia di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7/2010).

Dr Sam menjelaskan bahwa manis pada buah berasal dari gula buah atau dikenal dengan fruktosa. Tapi memang ada beberapa buah yang mengandung glukosa dan penderita diabetes harus menghindarinya.

Buah yang dianjurkan untuk penderita diabates (kandungan glukosa rendah) antara lain:

  1. Alpukat
  2. Apel
  3. Pir
  4. Jeruk

Buah yang harus dipantang bagi penderita diabetes (kandungan glukosa tinggi) antara lain:

  1. Duren
  2. Pisang
  3. Mangga
  4. Nanas
  5. Sirsak
  6. Nangka
  7. Sawo

"Untuk porsi makannya tetap 10 porsi, 10 jenis dan 10 warna per hari," tambah dokter yang juga berpraktik di Semanggi Spesialist Clinic.

Tapi untuk penderita diabetes sebaiknya diatur waktu makan buah, misalnya 2 porsi saat makan pagi, 1 porsi sebagai snack, 2 porsi saat makan buah, 3 saat makan malam dan 2 saat menjelang tidur.

Porsi buah yang dimaksudkan bergantung pada jenis dan besar buah. Buah ukuran kecil seperti anggur, stroberi, blueberry 1 porsi sama dengan 5 buah.

Ukuran sedang seperti apel, jeruk, pir, pisang 1 porsi sama dengan 1 buah. Buah ukuran besar seperti semangka dan melon 1 porsi adalah 1 slice dengan potongan sedang.

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , , ,

Rabu, 30 Juni 2010

16 Daftar Buah - Buahan 100% Asli Indonesia

Menteng (Baccaurea racemosa)



Rasanya asam-asam manis. Daging buahnya sangat sedikit karena bijinya besar. Buah ini banyak terdapat di Bogor dan sekitarnya. Di Jawa Tengah, menteng disebut dengan mundung.Menteng, kepundung, atau (ke)mundung adalah pohon penghasil buah dengan nama sama yang dapat dimakan. Sekilas buah menteng mirip dengan buah duku namun tajuk pohonnya berbeda. Rasa buahnya biasanya masam (kecut) meskipun ada pula yang manis.

Menteng dulu biasa ditanam di pekarangan namun sekarang sudah sulit ditemui akibat desakan penduduk dan penanaman tanaman buah lain yang lebih disukai. Tumbuhan ini asli dari Pulau Jawa. Di sekitar Jakarta dan Bogor kadang-kadang masih ditemukan penjual buah menteng.


Kemang (Mangifera caesia)



Buah kemang sejenis mangga, apabila telah matang berwarna kuning kecoklat-coklatan. Buah ini mengeluarkan aroma seperti terpentin. Daging buah berwarna kuning,mengandung banyak cairan dengan rasa asam manis. Buah yang masak dapat dimakan segar, sedang buah yang hampir masak biasanya dimakan untuk campuran rujak. Daunnya yang masih muda dapat digunakan untuk lalap. Kemang menyebar secara alami di Sumatra, Kalimantan dan Semenanjung Malaya; dan banyak dibudidayakan di Jawa bagian barat, terutama dekat Bogor. Tumbuhan ini terutama menyebar di dataran rendah di bawah 400 m, jarang hingga 800 m dpl. Jenis ini tahan terhadap penggenangan, dan seringkali didapati dekat tepi sungai.

Di sebagian wilayah sumatera selatan ada mitos yg meyebutkan jika setumpuk buah durian digabungkan dengan 1 buah kemang dalam 1 malam seluruh buah durian akan merekah terbuka matang, juga mitos orang akan langsung mokad apabila kepalanya tertimpa buah ini.


Gandaria (Bouea macrophylla Griffith)




Adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatera dan Thailand. Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria.Buah gandaria yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis dan dapat dimakan langsung. Daunnya digunakan sebagai lalap. Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan.


Kecapi (Sandoricum koetjape)



Kecapi, sentul atau ketuat adalah nama sejenis buah dan juga pohon penghasilnya Kecapi diperkirakan berasal dari Indocina dan Semenanjung Malaya. Berabad-abad yang silam, tumbuhan ini dibawa dan dimasukkan ke India, Indonesia (Borneo, Maluku), Mauritius, dan Filipina, di mana tanaman buah ini kemudian menjadi populer, ditanam secara luas dan mengalami naturalisasi.

Pohon ini ditanam terutama karena diharapkan buahnya, yang berasa manis atau agak masam. Kulit buahnya yang berdaging tebal kerap dimakan dalam keadaan segar atau dimasak lebih dulu, dijadikan manisan atau marmalade.Kayu kecapi bermutu baik sebagai bahan konstruksi rumah, bahan perkakas atau kerajinan, mudah dikerjakan dan mudah dipoles.Berbagai bagian pohon kecapi memiliki khasiat obat. Rebusan daunnya digunakan sebagai penurun demam. Serbuk kulit batangnya untuk pengobatan cacing gelang. Akarnya untuk obat kembung, sakit perut dan diare; serta untuk penguat tubuh wanita setelah melahirkan.Kecapi ada dua macam, yakni dengan daun tua sebelum gugur berwarna kuning dan yang berwarna merah. Dahulu, kedua varietas ini dianggap sebagai spesies yang berbeda.


Bisbul (diospyros blancoi)



Bisbul adalah nama sejenis buah beserta pohonnya. Tumbuhan ini berkerabat dekat dengan kesemek dan kayu hitam.
Nama-nama lainnya adalah buah mentega (bahasa Melayu, merujuk pada daging buahnya ketika masak), kamagong, tabang atau mabolo (Tagalog, merujuk pada kulit buahnya yang berbulu halus), marit (Thailand), dan velvet apple (Inggris).
Buah bisbol berbentuk bulat, agak pipih. Kulit buah berwarna merah muda, atau jingga kekuning-kuningan dengan bulu halus berwarna kemerahan. Berbau seperti mentega. Biji berwarna coklat.


Burahol/Kepel (Stechocarpus burahol)



Adalah flora identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Buah kepel dikenal sebagai buah meja (santapan wajib) kegemaran puteri kraton di Jawa karena menyebabkan keringat beraroma wangi.
Bentuk buah burahol bulat lonjong atau kebulatan, bagian pangkal agak meruncing. Warnanya coklat keabu-abuan, kalau sudah tua berubah menjadi coklat tua. Daging buah agak kekuningan sampai kecoklatan, rasa manis, membungkus biji yang berukuran cukup besar. Buah masak dimakan segar, dan setelah makan buah ini pengeluaran air seni menjadi lancar. Selain itu, bau keringat menjadi wangi, bau napas menjadi harum.


Jambu Mawar (Eugenia jambos)



Jambu mawar alias jambu kraton adalah anggota suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara, Dinamai demikian karena buah jambu ini memiliki aroma wangi yang keras seperti mawar.
Buah berbentuk hampir bulat, agak lonjong atau melebar pada dasarnya. Garis tengahnya 4 – 5 cm. Bila sudah masak warnanya kuning pucat atau kehijau-hijauan, dengan kulit licin dan agak keras.
Warna bijinya coklat. Buah yang sudah masak bisa dimakan segar atau dimasak dulu dicampur dengan buah lainnya serta gula untuk dibuat selai atau jeli.


Lobi-lobi (Flacourtia inermis)



Buah lobi-lobi berukuran kecil, bentuknya agak bundar. Yang sudah masak warnanya merah tua, rasanya asam atau manis, kadang-kadang kelat dengan biji banyak. Buah yang sudah masak digunakan untuk bahan pembuat rujak, sirup, sele, buah kalengan, asinan dan manisan.


Rukem (Flacourtia rukem)




Buah berbentuk bulat, daging buahnya tebal dan mengandung cairan.
Buah yang masak berwarna merah kehitaman. Rasanya asam-asam manis,dan berbiji banyak. Dapat dimakan dalam keadaan segar, dan dapat pula dibuat rujak. Bisa juga dibuat manisan dan asinan. Buah yang masih muda dapat digunkan sebagai obat, dan daun mudanya bisa untuk lalap.


Sawo Durian (Chrysophyllum cainito)




Buah sawo durian hijau yang telah tua kulitnya hijau keputihan dan jika masih muda warnanya hijau muda. Sedang daging buahnya lunak dan berwarna putih susu bila telah masak.
Sawo durian merah mula-mula berwarna hijau, lalu berubah kemerahan dan lantas menjadi keunguan di saat mencapai kematangannya. Daging buah berwarna putih susu seperti sawo durian hijau. Hanya saja di bagian tepinya, bila dibelah, akan tampak warna keunguan.


Sawo Kecik (Manilkara kauki)



Buah berbentuk bulat telur berukuran kecil. Buah yang masak enak dimakan, rasanya manis, kadang-kadang sedikit sepet. Kulitnya sangat tipis, dan mudah mengelupas. Buahnya selain dapat dimakan, kayunya yang keras dan kuat sangat baik untuk dibuat patung, perabot rumah tangga, alat-alat pertukangan, tiang penyangga rumah, dan sebagainya.

Terap (Artocarpus odoratissimus)



Pohon ini terutama ditanam karena buahnya, yang dimakan dalam keadaan segar atau diolah sebagai kue-kue. Buah terap harus segera dimakan dalam beberapa jam setelah dibuka, karena baunya yang harum cepat berkurang dan warnanya dapat berubah karena teroksidasi. Biji terap juga dapat dimakan setelah dipanggang atau direbus dengan garam.
Terap dapat tumbuh sejak daerah dekat pantai hingga ketinggian sekitar 1000 m dpl. Pohon ini menyenangi tanah liat berpasir dan wilayah dengan curah hujan cukup tinggi dan merata. Buah biasa didapati di awal musim hujan, antara Agustus hingga Januari bergantung pada lokasinya.


Jambu Bol (Syzygium malaccense)



Buah jambu bol biasa disajikan sebagai buah meja. Jambu bol, bersama dengan jambu air dan jambu semarang atau jambu cincalo memiliki pemanfaatan yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan.
Buah-buah ini umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Aneka jenis jambu ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan. Karena rasa dan aromanya, jambu bol pada umumnya lebih disukai orang dan karena itu harganya juga umumnya lebih tinggi daripada jambu air atau jambu semarang. Kulit batangnya digunakan sebagai obat sariawan. Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.


Jamblang (Syzygium cumini)



Buah jamblang biasa dimakan segar. Di India dan Filipina, seperti juga kebiasaan di beberapa daerah di Indonesia, buah jamblang yang masak dicampur dengan sedikit garam dan kadang-kadang ditambahi gula, lalu dikocok di dalam wadah tertutup (biasanya dua mangkuk ditangkupkan) sehingga lunak dan berkurang sepatnya. Buah yang kaya vitamin A dan C ini juga dapat dijadikan sari buah, jeli atau anggur. Di Filipina, anggur jamblang diusahakan secara komersial.Pohon jamblang juga sering ditanam sebagai pohon peneduh di pekarangan dan perkebunan (misalnya untuk meneduhi tanaman kopi), atau sebagai penahan angin (wind break). Bunga-bunganya baik sebagai pakan lebah madu.


Buni (Antidesma bunius)



adalah pohon penghasil buah yang dapat dimakan. Buah buni kecil-kecil berwarna merah, dan tersusun dalam satu tangkai panjang, menyerupai rantai . Buni termasuk tumbuhan yang sudah jarang dijumpai di pekarangan.
Buahnya dapat dimakan sebagai buah meja, dibuat selai, atau difermentasi menjadi minuman alkohol di Filipina dan Jawa.
Nama-nama lainnya: Boni, huni (Sunda), wuni (Jawa)....


Ciremai (Phyllanthus acidus)




Ceremai tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang, Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berselingwarna hijau muda, bentuk bulat telur, panjang 2 – 7 cm, lebar 1,5 – 2 cm, helaian daun tipis tegar, ujung runcing, pangkal tumpul (obtusus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), tidak memiliki daun penumpu, permukaan halus, tidak pernah meluruh. Bunga majemuk, bentuk tandan (racemus), muncul di sepanjang batang dan cabang, kelopak berbentuk bintang (stellatus), mahkota berwarna merah muda. Buah batu (drupa), bulat, panjang 1,2 – 1,5 cm, warna kuning muda, bentuk biji bulat pipih, berbiji 4 – 6, berwarna cokelat muda, rasanya asam. Akar tunggang.

Label: , , ,

Minggu, 20 Juni 2010

Wave of Love yang Elok



Anthurium ini tidak habisnya jadi bahan pembicaraan para pencintanya. Tidak tanggung-tanggung kembang yang lebih dikenal orang dengan nama gelombang cinta ini berani dihargai Rp 50 juta...!!!

Gelombang Cinta yang sedang jadi primadona ini bukanlah komoditas bagi para Om Senang. Ia tak berambut panjang, tak berkaki jenjang, tak sarat gincu dan wewangian.

Gelombang Cinta yang satu ini adalah sejenis tanaman hias. Anda yang suka bercocok tanam dan berkebun pasti mengenalnya. Dan, Anda pun pasti tahu tanaman ini masih menjadi primadona. Di setiap acara pameran dan bursa tanaman, ia termasuk yang diburu.

Apakah gelombang cinta ini juga menghanyutkan selera Anda juga?


indonesiaindonesia.com

Label: , , ,

Kerusakan Flora Dan Fauna


Flora dan fauna memang sering sekali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari kita baik dalam pelajaran sekolah, telivisi, radio, media cetak dan sebagainya. Flora merupakan keseluruhan kehidupan jenis tumbuh-tumbuhan di suatu habitat atau alam tumbuh-tumbuhan sedangkan fauna merupakan keseluruhan kehidupan jenis hewan di suatu habitat atau alam hewan. Keberadaan mereka mungkin dianggap sebagai hiasan atau hanya sebagai obyek pemandangan semata. Tapi jauh dari pada itu bahwa keberadaan mereka sebenarnya adalah sebagai bagian dari ekosistem yang ada di dunia ini. tapi pernahkan kita peduli akan kerusakan flora dan fauna yang ada di indonesia ini atau bahkan di seluruh dunia ini yang jumlahnya mungkin tidak dapat kita hitung.

Kerusakan flora dan fauna disebabkan oleh banyak faktor selain faktor alam faktor manusia adalah sebagi pembunuh nomor satu untuk perusak flora dan fauna. Mengapa dikatakan demikian karena hampir 80% kerusakan flora dan fauna disebabkan oleh faktor manusia dan setelah itu baru faktor bencana alam seperti gunung meletus, banjir, gempa bumi, tsunami, badai dsb untuk hal ini memang sudah kehendak dari yang diaats namun untuk kerusakan oleh manusia tidak boleh kita tolerir atau kita birkan karena keberadaan mereka sangat penting bagi kita.

Faktor manusia yang menyebabkan kerusakan flora dan fauna salah stunya adalah pencemaran limbah pabrik yang dibuang ke sungai. Mengapa demikian? Karena air adalah salah satu sarana yang sangat diperlukan flora dan fauna untuk bertahan hidup. Tidak hanya flora dan fauna yang ada di air saja tetapi juga semua yang ada di dunia ini. Dapat dibayangkan apabila air sungai yang hitam pekat dan berbau apakah mungkin ada ikan sungai dan tumbuhan sungai dapat hidup dan bertahan lama. Mungkin apabila hewan dan tumbuhan tersebut hidup, umurnya tidak akan lama karena air tersebut mengandung banyak sekali zat-zat kimia yang dapat merusak kelangsungan hidup flora dan fauna. Sebagai contoh limbah pabrik yang dibuang di sungai di kawasan industri di bandung selatan atau tepatnya di margahyu warna sungainya begitu hitam pekat dan berbau busuk. Hal ini yang harus segera kita tuntaskn bersama-sama dengan pemerintah untuk menindak tegas para pengusaha yang tetap membuang limbah pabriknya ke sungai itu semua demi kelangsungan ekosistem flora dan fauna.

Selain Pencemaran air limbah pabrik kesungai hal lainnya yang dapat merusak kelangsungan hidup flora dan fauna adalah pembangunan REAL ESTATE yang berada di daerah yang seharusnya menjadi habitat mereka seperti di daerah pegunungan. Salah satu faktor yang menyebabkan pembangunan real estate di daerah tersebut karena di daerah tersebut merupakan daerah yang asri, sejuk, tenang, damai namun justru hal tersebut yang membuat flora dan fauna tidak tentram dan damai karena hewan-hewan yang tadinya mereka bertempat tinggal di situ harus terusir karena pembangunan tersebut belum lagi tumbuh-tumbuhan yang harus di tebas dengan kejamnya kalupun masih ada yang tumbuhan mungkin tidak sebanyak dulunya dan hnya di pakai sebagai hiasan atau keindahan semata. Sebagi contoh real estate yang ada di kawasan bandung utara yang dulunya surga bagi flora dan fauna kini telah berubah menjadi tempa tidur yang nyaman bagi kaum berpunya. Untuk itu pengurangan atau pembatasan ijin untuk mendirikan real estate harus segera dibatasi supaya kelangsungan hidup flora dan fauna tetap terjaga.

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh kita dan pemerintah adalah dengan pembuatan cagar alam. Dengan demikian flora dan fauna dapat terlindungi oleh suaka alam dan suaka marga satwa tersebut sehingga flora dan fauna yang diambang kepunahan dapat terslamtkan. Dengan suaka-suaka tersebut setidaknya kita tidak hanya mendapatkan flora dan fauna selamat tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi pemernitah yaitu dengan dijadikan daerah wisata. Jadi dengan demikian flora dan fauna tetap terslamtkan dan pendaptan tetap ada. Dengan kata lain flora fauna untung bangsa untung. MARI KITA SLAMATKAN FLORA DAN FAUNA!!!!!.


kerusakanfloradanfauna.blogspot.com

Label: , , , ,

Tanaman Dapat Mengenali Saudara Kandungnya


Berdasarkan penemuan baru yang dilakukan oleh ilmuwan Kanada, tanaman memiliki hubungan sosial yang kompleks dan dapat mengenali kakak dan adik mereka.

Saat ditanam di pot yang sama, tanaman dari induk yang sama saling mengenal satu dengan lainnya dan mengurangi persaingan air dan mineral dengan membatasi jumlah akar yang tumbuh.

Namun apabila berbagi dalam satu pot dengan tanaman lain yang berspesies sama, mereka lebih kompetitif dan menumbuhkan lebih banyak akar untuk menyerap nutrisi lebih cepat, berikut temuan para peneliti.

Para ilmuwan belum sungguh-sungguh memahami bagaimana sebenarnya tanaman dapat saling mengenal satu dengan lainnya, namun telah dapat membuktikan kemampuan tanaman dalam membedakan sesamanya dan menunjukkan pilihan yang lebih disukainya.

"Kemampuan mengenal dan merasa pada hewan adalah hal biasa, namun ini adalah pertama kalinya ditemukan dalam tanaman," ujar Profesor Susan Dudley, seorang profesor Biologi di Universitas McMaster, Kanada.

Para ilmuwan telah mengetahui bahwa tanaman dapat melihat tetangganya dengan cara mengamati perubahan panjang gelombang cahaya yang dihasilkan pigmen klorofil hijau di dekat daun tanaman.

Studi lain juga menunjukkan bahwa tanaman merespon dan mengenali satu dengan lainnya melalui jaringan akar dalam tanah.

Hal ini memberikan inspirasi bagi Profesor Dudley untuk meneliti pertalian kekeluargaan dan hubungannya dengan persaingan antar tanaman.

Para pecinta kebun mungkin tertarik pada penemuan ini, yang menyarankan tanaman dengan jenis sama lebih baik dikelompokkan bersama.

Namun Profesor Dudley berkesimpulan : Semakin kita mengetahui proses hidup tanaman, semakin rumit interaksi antara mereka, jadi mungkin akan lebih sulit untuk memprediksi hasil akhirnya saat kalian mencampurkan orang-orang berbeda dalam satu pesta.

indonesiaindonesia.com

Label: , , ,

Pelestarian Flora dan Fauna di Indonesia


Indonesia memiliki banyak kawasan yang dilindungi dalam bentuk suaka alam. Kawasan suaka alam diatur dalam Undang-Undang No. 5 tahun 1967 tentang ketentuan-ketentuan pokok kehutanan. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa hutan suaka alam mencakup kawasan huitan yang karena sifatnya yang khas diperuntukkan secara khusus bagi perlindungan alam hayati dan manfaat-manfaat lainnya. Kawasan tersebut terdiri atas Cagar Alam dan Suaka Marga Satwa.

Cagar Alam adalah kawasan yang ditetapkan sebagai tempat untuk melindungi tumbuhan dan lingkungannya agar dapat tumbuh secara alami.

Suaka Marga Satwa adalah kawasan yang ditetapkan sebagai tempat untuk melindungi dan melestarikan berbagai jenis hewan agar terhindar dari kepunahan.

Persebaran Kawasan suaka alam yang dilindungi di indonesia :

1. PULAU SUMATRA

a. Taman Nasional Gunung Leuser (Aceh & Sumatra Utara)

b. Taman Nasional Siberut (Sumatra Barat)

c. Taman Nasional Kerinci Seblat

d. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (Riau)

e. Taman Nasional Berbak (Jambi)

f. Taman Nasional Bukit Duabelas (Jambi)

g. Taman Nasional Bukit Barisan (Bengkulu & Lampung)

h. Taman Nasional Way Kambas (Lampung)


2. PULAU JAWA

a. Taman Nasional Ujung Kulon (Banten)

b. Taman Nasional Kepulauan Seribu (DKI Jakarta)

c. Taman Nasional Gunung Halimun (Jawa Barat)

d. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat)

e. Taman Nasional Laut Karimu Jawa (Jawa Tengah)

f. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur)

g. Taman Nasional Meru Betiri (Jawa Timur)

h. Taman Nasional Baluran (Jawa Timur)

i. Taman Nasional Alas Purwo (Jawa Timur)

3. Bali dan Nusa Tenggara

a. Taman Nasional Bali Barat (Bali)

b. Taman Nasional Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat)

c. Taman Nasional Komodo (Nusa Tenggara Timur)

d. Taman Nasional Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)


4. KALIMANTAN

a. Taman Nasional Gunung Palung (Kalimantan Barat)

b. Taman Nasional Tanjung Puting (Kalimantan Tengah)

c. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (Kalbar & Kalteng)

d. Taman Nasional Betung Karihun (Kalimantan Barat)

e. Taman Nasional Kayan Mentarang (Kalimantan Timur)

f. Taman Nasional Kutai (Kalimantan Timur)

5. PULAU SULAWESI

a. Taman Nasional Laut Bunaken Manado Tua (Sulawesi Utara)

b.Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Sulawesi Utara)

c.Taman Nasional Lore Lindu (Sulawesi Tengah)

d.Taman Nasional Laut Taka Bonerate (Sulawesi Selatan)

e.Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (Sulawesi Tenggara)

f.Taman Nasional Laut Wakatobi (Sulawesi Tenggara)


6. MALUKU dan PAPUA

a. Taman Nasional Manusel (Maluku)

b. Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih (Papua)

c. Taman Nasional Wasur (Papua)

d. Taman Nasional Gunung Lorentz (Papua)


andimanwno.wordpress.com

Label: , , ,